Kram Perut Setelah Berhubungan Intim, Ini Penyebabnya

Kram Perut Setelah Berhubungan Intim, Ini Penyebabnya

Kram perut setelah berhubungan intim seringkali dikeluhkan wanita. Dan anda mungkin salah satunya. Nah, Kram Perut Setelah Berhubungan Intim, Ini Penyebabnya. Mari kita simak bersama pembahasan lebih jelasnya berikut ini!

Kram Perut Setelah Berhubungan Intim, Ini Penyebabnya

Pertanyaan seputar hubungan intim memang seringkali malu untuk diungkapkan. Apalagi, bagi Anda yang masih berstatus pengantin baru. Dan salah satu masalah seputar hubungan intim yang mungkin ingin anda ketahui lebih dalam adalah kram pada bagian perut setelah melakukan hubungan intim. Kondisi ini memang seringkali dikeluhkan oleh para wanita, termasuk pengantin baru. Lalu apakah kram setelah berhubungan intim tersebut normal bagi wanita?

Lisa Stern, RN, MSN – seorang praktisi dari Los Angeles menyatakan bahwa kram ringan setelah berhubungan intim adalah hal yang normal. Dengan catatan, tidak ada pendarahan dan bukan kram hebat, atau kram yang menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran. Kondisi itu terjadi, karena saat berhubungan intim, penis masuk ke dalam dasar uterus atau rahim di mana di sana terdapat otot-otot kewanitaan yang akan bergerak seiring dengan aktivitas seksual yang dilakukan. Otot-otot tersebut akan mengalami tegang dan regang. Nah, kondisi itulah yang menyebabkan kram ringan pada perut.

Baca Juga : Manfaat Buah Kemunting Untuk Kista Ovarium

Akan tetapi, seperti dikatakan sebelumnya, kram perut bisa dikatakan normal jika hanya kram ringan. Lain halnya jika kram dirasakan terasa hebat apalagi disertai gejala lainnya, mungkin itu sudah bukan hal yang normal lagi. Beberapa kondisi kesehatan atau penyakit menjadi penyebab dibalik kram tersebut. Lalu apa saja penyebab kram tersebut?

Kram pada area genital saat melakukan hubungan seksual biasa disebut dispareunia. Hal ini dapat disebabkan oleh masalah fisik maupun psikis. Pada umumnya, kram tersebut disebabkan oleh tidak cukupnya cairan pelumas yang dihasilkan oleh vagina. Padahal, kondisi ini dapat diatasi bila wanita lebih rileks, waktu pemanasan atau foreplay diperpanjang, atau bahkan Anda dapat menggunakan cairan pelumas. Selain itu, kram tersebut juga bisa disebabkan oleh :

  • Masalah dengan rahim. Masalah-masalah ini mungkin termasuk fibroid yang dapat menyebabkan nyeri dan kram hubungan yang mendalam.
  • Masalah dengan leher rahim (pembukaan ke rahim). Dalam hal ini, penis dapat mencapai serviks saat penetrasi maksimal. Jadi masalah dengan leher rahim (misalnya infeksi) dapat menyebabkan rasa sakit saat penetrasi mendalam.
  • Berhubungan terlalu cepat setelah operasi atau melahirkan. Ketika luka akibat operasi atau melahirkan belum sembuh benar, kram saat berhubungan intim bisa saja terjadi.
  • Cidera pada vulva atau vagina. Cidera atau luka mungkin terjadi saat melahirkan berasal dari sayatan (episiotomi) yang dibuat di area kulit antara vagina dan anus selama persalinan.
  • Endometriosis. Ini adalah suatu kondisi di mana jaringan yang melapisi rahim tumbuh di luar rahim.
  • Vaginismus. Ini adalah kondisi yang juga umum jadi penyebab kram dan nyeri. Vaginismus disebabkan oleh rasa takut berhubungan sehingga otot vagina mengejang.
  • Infeksi vagina. Kondisi ini sering terjadi dan termasuk infeksi jamur.
  • Masalah dengan ovarium. Masalah mungkin termasuk kista pada ovarium.
  • Penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease atau PID). Ini adalah kondisi di mana jaringan di dalam panggul menjadi meradang.  Tekanan saat berhubungan seksual menyebabkan rasa sakit bertambah.
  • Menopause. Saat menopause, dinding vagina akan kehilangan kelembapan normalnya dan menjadi kering.
  • Penyakit menular seksual. Kondisi ini termasuk termasuk kutil kelamin, luka karena herpes, atau penyakit menular seksual lainnya.
  • Kehamilan ektopik. Ini adalah kehamilan di mana telur yang dibuahi berkembang di luar rahim.

Baca Juga : Apakah Buah Kemayau Bisa Dijadikan Obat Kista Ovarium?

Jadi, kram perut ringan setelah berhubungan intim umumnya bukanlah kondisi yang serius ataupun mengkhawatirkan. Hanya butuh penanganan sederhana, seperti beristirahat, melakukan teknik relaksasi, atau mengonsumsi obat antinyeri yang dijual bebas.

Jika kram perut setelah berhubungan intim berkaitan dengan suatu penyakit, seperti yang sudah disebutkan di atas, maka akan diperlukan penanganan lebih lanjut. Untuk itu, waspadai gejala kram perut setelah berhubungan intim yang membuat anda sangat tidak nyaman, hingga mengganggu kehidupan seksual dan sehari-hari. Segera konsultasikan pada dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan diberikan penanganan sesuai penyebabnya.

Demikianlah pembahasan mengenai “Kram Perut Setelah Berhubungan Intim, Ini Penyebabnya”. Dan untuk solusinya, ada rekomendasi terbaik dari pakar kesehatan reproduksi ternama Indonesia – Boyke Dian Nugraha – yaitu Ladyfem. Ladyfem merupakan kapsul herbal yang diformulasikan khusus untuk mengatasi beragam masalah kewanitaan. Khasiat serta keampuhannya sudah teruji dan terbukti, sudah banyak testimoninya. Selain itu, Ladyfem juga sudah terdaftar di BPOM RI dengan nomor registrasi TR093301381. Jadi, tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.

Baca Juga : Legalitas Obat Alami Ladyfem

Jika anda ingin berkonsultasi terlebih dahulu dan mengatahui informasi lebih lanjurnya, silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 793 507 222

SMS/WA/Telp : 085 320 000 874

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Baca Juga :

Obat Alami Kista Ovarium Ampuh

Apakah Kista Ovarium Dapat Menghilang Dengan Sendiri?

Apakah Buah Lahung Bisa Mengatasi Rahim Kering?

Posted by : Admin OBAT MENOPAUSE DINI

You may also like...

1 Response

  1. July 7, 2018

    […] Kram Perut Setelah Berhubungan Intim, Ini Penyebabnya […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *