Cara Pengobatan Trikomoniasis Pada Ibu Hamil

Cara Pengobatan Trikomoniasis Pada Ibu Hamil

Setelah kita beberapa hari kebelakang menginformasikan berbagai manfaat tanaman atau buah yang dapat mengatasi trikomoniasis, kini anda saatnya mengetahui pengobatan yang tepat untuk mengatasi trikomoniasis pada ibu hamil. Nah hal tersebut akan kami paparkan dalam artikel kali ini yaitu Cara Pengobatan Trikomoniasis Pada Ibu Hamil, untuk anda terutama ibu hamil mari simak penjelasannya di bawah ini.

Cara Pengobatan Trikomoniasis Pada Ibu Hamil

Trikomoniasis (sering disebut sebagai “trich”) biasanya diobati bersama dengan obat yang diresepkan. Infeksi dapat tidak nyaman dan dapat membawa dampak seseorang yang sudah lebih rentan terhadap human immunodeficiency virus (HIV), virus penyebab AIDS. Nama penyakit ini jarang dibicarakan, namun ini juga penyakit yang didapat dari kenikmatan sesaat. Penyakit yang kerap didapat dari seringnya bertukar pasangan.

Ciri ciri dan Gejala Penyakit Trikomoniasis

Gejala terhadap wanita biasanya nampak antara 5 sampai 28 hari sesudah terpapar. Akan namun gejala berikut dapat juga nampak di dalam kala beberapa bulan bahkan bertahun-tahun kemudian. Infeksi dapat ditularkan kepada orang lain kendati mereka tidak mengalami gejala apapun. Gejala yang ditimbulkan oleh trikomoniasis ini antara lain:

  • Iritasi atau gatal-gatal di lebih kurang vagina.
  • Pada pria biasanya nampak nanah dari penis.
  • Sakit perut anggota bawah (jarang ditemukan).
  • Bau yang kuat dan rasa sakit terhadap kala kencing ataupun berhubungan seksual.
  • Keluarnya nanah berwarna kuning kehijau-hijauan atau abu-abu dari vagina (bahkan sering kadang berbusa).
  • Pada wanita,trikomoniasis dapat membawa dampak vaginitis (peradangan terhadap vagina). Sedangkan terhadap pria dapat membawa dampak urethritis (peradangan terhadap saluran kencing) di di dalam penis.

Baca Juga : Hati Hati Keputihan Berwarna Hijau Gejala Trikomoniasis

Beberapa faktor-faktor resiko untuk terkena Trichomonas vaginalis juga hal selanjutnya ini:

  • Pasangan seksual saat ini.
  • Memakai kontarsepsi oral (pil KB).
  • Jumlah pasangan seks selama hidupnya.
  • Tidak Mengenakan kondom saat hubungan seksual.

Peradangan yang disebabkan oleh trikomoniasis kemungkinan juga menambah risiko seorang wanita beroleh infeksi HIV jika ia terpapar HIV. Trikomoniasis pada seorang wanita yang juga terinfeksi HIV sanggup menambah kemungkinan penularan infeksi HIV kepada pasangan seks.

Pencegahan trikomoniasis

Karena trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual,cara terbaik menghindarinya adalah tidak melakukan hubungan seksual. Kontak seksual dengan lebih dari satu pasangan. Atau dengan seseorang yang memiliki lebih dari satu pasangan meningkatkan risiko tertular PMS apapun

Beberapa cara untuk mengurangi tertularnya penyakit ini antara lain :

  • Bersihkan diri sendiri segera setelah berenang di tempat pemandian umum.
  • Tidak pinjam meminjam alat-alat pribadi seperti handuk karena parasit ini dapat hidup di luar tubuh manusia selama 45 menit.
  • Tidak menggunakan douche, karena menggunakan douche benar-benar dapat meningkatkan risiko wanita tertular PMS. Karena hal ini dapat mengubah flora alami vagina dan dapat menyiram bakteri lebih tinggi ke saluran kelamin.
  • Pemakaian kondom dapat mengurangi resiko tertularnya penyakit ini. Ketika digunakan dengan benar dan konsisten, kondom mengurangi risiko PMS. Kondom lateks memberikan perlindungan yang lebih besar dari alam-membran kondom. Kondom wanita, terbuat dari poliuretan, juga dianggap efektif terhadap PMS.

Baca Juga : Manfaat Kulit Manggis Untuk Mengobati Trikomoniasis

Pengobatan Trikomoniasis

Trikomoniasis mampu diatasi secara efisien bersama obat antibiotik model Jelly Gamat Gold G. Dokter dapat meresepkan obat ini di dalam dosis spesifik untuk dikonsumsi sepanjang 5-7 hari. Dalam suasana tertentu, dokter meresepkan obat itu di dalam dosis yang besar. Selama masa pengobatan, pasien diminta untuk jauhi hubungan seksual sampai dinyatakan pulih oleh dokter. Pasien juga kudu jauhi konsumsi alkohol sepanjang 24 jam setelah konsumsi Jelly Gamat Gold G. Atau 72 jam setelah mengkosumsi Jelly Gamat Gold G sebab alkohol mampu sebabkan mual dan muntah.

Jelly Gamat Gold-G meruapakan obat herbal alami yang terbuat dari 100% bahan alami yang berkualitas tinggi yakni teripang atau gamat emas sebagai bahan utama dari pembuatan Jelly Gamat Gold-G. Diamana teripang emas ( Golden Stichopus Variegatus ) ini merupakan jenis teripang yang terbaik dari 1400 jenis teripang yang ada di dunia mempunyai kemampuan yang komplit yakni sebagai antibakterial, anti peradangan, antiinflamasi, antivirus, antiradikalbebas, antitumor, serta antikanker.

Kesemuanya ini tersusun dari kandungan senyawa aktif biologi serta gizi yang tinggi pada teripang atau gamat emas ini seperti Protein 86,8%, Kolagen 80,0%, Mineral, Mukopolisakarida, Glucasaminoglycans (GAGs), Antiseptik alamiah, glucosamine dan chondroitin sulfat, saponin, omega 3,6,9, Asam amino, Asam Lemak Essensial, Lektin, Keratin, Vitamin A, B1 (Thiamine), B2 (Riboflavin), B3 (Niacin) dan mineral, Gamapeptide dan Glikosida 0,93. Semua  kandungan ini merupakan beberapa jenis kandungan yang ada dalam teripang. Kandungan tersebut mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mampu mengobati penyakit trikomonaisis.

Baca Juga : Obat Trikomoniasis

Kenapa kami rekomendasikan Jelly Gamat Gold G? karena Jelly Gamat Gold G ini sangat aman dikonsumsi oleh ibu hamil serta tidak ada efek samping untuk si ibu.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjutnya, atau jika anda ingin berkonsultasi, silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 223 557 127

SMS/WA/Telp : 085 793 507 222

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Artikel Menarik Lainnya :

Khasiat Herbal Ladyfem

Manfaat Daun Kelor Untuk Penyakit Trikomoniasis

Manfaat Buah Naga Untuk Pembersih Usus Kotor

Post by : Obat Menopause Dini

 

 

You may also like...

1 Response

  1. August 21, 2018

    […] Baca Juga : Cara Pengobatan Trikomoniasis Pada Ibu Hamil […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *