Apakah Menstruasi Tidak Teratur Gejala Menopause Dini?

Apakah Menstruasi Tidak Teratur Gejala Menopause Dini?

Salah satu tanda menopause adalah berhentinya menstruasi (tidak lagi mengalami menstruasi). Tapi pada kasus menopause dini, Lalu Apakah Menstruasi Tidak Teratur Gejala Menopause Dini? Untuk mengetahui jawabannya, sebaiknya mari Kita cari tau dalam pembahasan berikut ini !

Apakah Menstruasi Tidak Teratur Gejala Menopause Dini?

Tingginya rutinitas kerja dan kesibukan sehari-hari tak jarang membuat kita mengabaikan perubahan yang terjadi pada tubuh kita dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pada wanita. Bahkan sering kali karena tingkat stressor yang tinggi di tempat kerja, para wanita tidak menyadari bahwa jadwal menstruasi atau haid tidak teratur. Kadang maju, kadang mundur, dan bahkan terkadang pula dalam sebulan tidak mengalami menstruasi. Hal tersebut jelas perlu diperiksakan, siapa tau terjadi sesuatu pada tubuh, atau ada kondisi kesehatan tertentu yang melatarbelakanginya.

Normalnya, siklus menstruasi atau haid terjadi selama 28-35 hari, atau sedikitnya terjadi sebanyak 11-13 kali menstruasi dalam setahun. Tiap wanita mengalami siklus menstruasi yang berbeda-beda, namun lamanya menstruasi biasanya berkisar dari 3-7 hari. Dan bisa dikatakan menstruasi atau haid tidak teratur jika siklusnya terjadi kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.

Baca Juga : Pentingnya Mengenali Tanda-Tanda Menopause Pada Wanita

Lalu apakah haid yang tidak teratur tersebut pertanda menopause dini?

Secara medis, menopause adalah kondisi berhentinya perdarahan dan siklus menstruasi yang juga menandai akhir dari masa reproduksi wanita (masa subur). Menopause biasanya terjadi pada wanita di usia 40-an atau 50-an. Namun, dikarenakan faktor tertentu, menopause pada wanita sering kali terjadi lebih awal, atau disebut menopause dini.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kondisi menopause dini ini, termasuk tekanan kerja dan stres yang mengakibatkan menstruasi atau haid tidak teratur atau tidak lancar. Tingkat stres yang tinggi mampu mempengaruhi perubahan hormon pada wanita, terutama hormon estrogen yang naik turun tidak teratur. Karena ketidakstabilan hormon estrogen tersebutlah menstruasi pada wanita menjadi tidak teratur atau tidak lancar.

Efek perubahan hormon estrogen tersebut berimbas dan mempengaruhi ovarium melepas sel telur, sehingga bisa membuat menstruasi jadi lebih lama atau lebih pendek. Bahkan bisa juga sampai tidak terjadi menstruasi sama sekali dalam beberapa bulan. Dan kondisi tersebut bisa jadi gejala awal akan perimenopause.

Tidak terjadinya menstruasi selama tiga bulan atau lebih, maupun terjadinya menstruasi yang sangat banyak, biasanya sering dikaitkan dengan kelelahan atau napas yang pendek. Jika kondisi ini terjadi pada Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika periode menstruasi tidak teratur, terutama jika Anda berusia di bawah 40 tahun, karena itu adalah bukti konklusif dari menopause dini.

Baca Juga : Hindari Makanan Ini Agar Tidak Menopause Dini

Selain jadwal menstruasi atau haid yang tidak teratur, terjadinya menopause dini juga bisa ditandai dengan gejala lainnya, seperti :

  • Vagina kering dan menurunnya gairah seks
  • Kenaikan berat badan dan metabolisme lambat
  • Moody atau perubahan suasana hati yang tidak menentu
  • Hot flushes: panas, terbakar, berkeringat, jantung berdebar
  • Sakit kepala
  • Gangguan tidur dan keringat malam
  • Rambut tipis dan kulit kering
  • Tulang mulai kehilangan kalsium

Menopause dini tentu menjadi satu masalah yang cukup serius bagi kaum wanita. Pasalnya, dengan kondisi menopause dini ini, maka wanita tidak memiliki peluang untuk bisa hamil. Dan bagi sebagian banyak wanita, hal tersebut jelas menjadi pukulan besar, apalagi bagi mereka yang masih ingin mempunyai anak, dan bahkan mungkin beberapa wanita di usia tersebut masih belum sempat mempunyai anak. Oleh karena itu, masalah menopause dini memang harus ditangani dengan baik.

Baca Juga : Rahasia Mengatasi Dan Mencegah Menopause Dini

Rekomendasi Terbaik Mengatasi Menopause Dini

Boyke Dian Nugraha, seorang pakar kesehatan reproduksi Indonesia yang sudah populer namanya, merekomendasikan Lady Fem untuk mengatasi berbagai keluhan terkait sistem reproduksi wanita, termasuk menopause dini. Lady Fem bekerja dengan efektif dan aman mengembalikan fungsi sistem reproduksi wanita kembali normal dan maksimal. Dengan kandungan 100% Bahan Herbal Alaminya, Lady Fem aman tanpa efek samping yang membahayakan.

Komposisi Lady Fem sendiri antara lain ialah :

  • Daun Sirih (Piper Betle Folim)
  • Delima Putih (Punica Granatum Cartex)
  • Jahe Merah (Zingiber Officinale Rhizome)
  • Kayu Rapet (Paraamerica Laerigata Pericarpium)
  • Kunyit (Curcuma Domestica Rhizome)
  • Kencur (Kaempferia Galanga Rhizome)
  • Temu Kunci (Boesenbergia Pandurata Rhizome)

Tanaman-tanaman obat tersebut diolah secara modern hingga terjaga kualitasnya. Hal ini pula yang membuat efek samping Ladyfem nyaris tak ada. Lady Fem juga sudah mendapatkan izin resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) untuk beredar dan dikonsumsi di Indonesia. Lady Fem diperuntukkan khusus wanita yang ingin merawat organ intim kewanitaan dari dalam. Silahkan cek Testimoni Lady Fem !

Jika anda ingin berkonsultasi dengan Kami silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 793 507 222

SMS/WA/Telp : 085 320 000 874

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Apakah Menstruasi Tidak Teratur Gejala Menopause Dini? Jawabannya ada dalam pembahasan di atas yang sudah Kita jelaskan. Semoga informasinya bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan.

Baca Juga : Penyebab Nyeri Haid Yang Sangat Berlebihan

Posted by : Admin OBAT MENOPAUSE DINI

You may also like...

1 Response

  1. February 16, 2018

    […] Baca Juga : Apakah Menstruasi Tidak Teratur Gejala Menopause Dini? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *